Deskripsi


Judul :
Rumah Melayu Atap Limas Potong
Kategori :
Rumah Adat
Kabupaten :
Kepulauan Riau
Penerbit :
Admin
Link Video :

Rumah Melayu Atap Limas Potong


Limas potong adalah salah satu bentuk rumah tradisional masyarakat melayu riau kepulauan. Rumah limas potong  ini berbentuk rumah panggung dan memiliki ciri khas sebagaimana rumah tradisional di sumatra pada umumnya. Tinggi rumah ini sekitar 1,5 meter dari atas permukaan tanah. Dinding rumah terbuat dari susunan papan warna coklat, sementara atapnya berupa seng warna merah. Kusen pintu, jendela serta pilar anjungan depan rumah dicat minyak warna putih. Dengan bagian atap menyerupai sebuah limas yang terpotong. Jenis rumah adat melayu yang lain adalah rumah tradisional belah bubung. Kalau di riau daratan, rumah tradisionalnya ada rumah lontik, dan rumah salaso jatuh kembar.

 

Bentuk rumah limas potong

Rumah ini memiliki lima bagian utama, yaitu teras, ruang depan, tengah, belakang (tempat tidur), dan dapur. Bagian depan rumah digunakan untuk memajang foto-foto sejarah tentang rumah limas potong ini, ruang tengah berisi diorama pengantin khas melayu, dan bagian belakang merupakan sebuah ruangan yang berisi tempat tidur berkelambu yang menyatu dengan dapur. Peralatan dapur dan makan khas melayu masih terawat dengan baik dan dipajang di bagian dapur rumah, seperti piring, sendok, panci, tungku kayu, beberapa tempayan, dan peralatan dapur lainnya. Pada zaman dahulu, salah satu tempayan yang berukuran besar itu ditaruh di luar rumah, yaitu di sebelah anak tangga bawah. Tempayan itu berisi air yang digunakan setiap orang untuk mencuci kaki mereka setiap kali akan masuk ke dalam rumah. Seperti adat melayu pada umumnya, setiap orang yang akan masuk ke dalam rumah harus melepas sepatu maupun sandal mereka terlebih dahulu, kemudian mencucinya dengan air bersih. Rumah tradisional ini merupakan milik haji sain, salah satu penduduk batam yang sudah mulai menempati rumah ini sejak november 1959. Rumah ini terletak di kampung melayu, rt 01 rw 08, kel. Batu besar, nongsa tak jauh dari pantai wisata boneta. Berada di tengah - tengah kebun kelapa nan rimbun, sangat kontras dengan rumah-rumah di sekitarnya yang lebih modern. Saat ini, keberadaaan rumah adat limas potong ini menjadi sulit untuk ditemukan di riau khususnya di batam. Karena alasan itu, rumah milik haji sain ini akhirnya dijadikan sebagai cagar budaya oleh pemerintah kota setempat. Setelah mengalami beberapa renovasi pada bagian rumah tanpa menghilangkan bentuk aslinya rumah adat limas potong ini diresmikan sebagai tempat wisata dan terbuka untuk umum pada november 2011. Besar kecilnya rumah yang dibangun ditentukan oleh kemampuan pemiliknya, semakin kaya seseorang semakin besar rumahnya dan semakin banyak ragam hiasnya. Namun demikian,kekayaan bukan sebagai penentu yang mutlak. Pertimbangan yang paling utama dalam membuat rumah adalah keserasian dengan pemiliknya. Untuk menentukan serasi atau tidaknya sebuah rumah, sang pemilik menghitung ukuran rumahnya dengan hitungan hasta, dari satu sampai lima.

Adapun urutannya adalah :

-       ular berenang.

-       meniti riak.

-       riak meniti kumbang berteduh.

-       habis utang berganti utang.

-       hutang lima belum berimbu.

Ukuran yang paling baik adalah jika tepat pada hitungan riak meniti kumbang berteduh.


Pustaka Terkait

"Rumah Adat"


Rumah Melayu Atap Lontik
Kategori :
Rumah Melayu Lipat Kajang
Kategori :
Rumah Belah Bubung
Kategori :