Deskripsi


Judul :
Kerajinan Tenun Songket Bukit Batu
Kategori :
Tradisi
Kabupaten :
Bengkalis
Penerbit :
Admin
Link Video :

Kerajinan Tenun Songket Bukit Batu


Salah satu budaya rakyat Bukit Batu adalah kerajinan tenun Songket yang menjadi ciri khas kerajaan Siak tempo dulu. Kerajinan tenun Songket traditional asli berasal dari Kecamatan Bukit Batu (dekat desa Bukit Batu). Sayang.. potensi wisata Bukit Batu tidak dikembangkan. Semoga dengan terpilihnya kawasan hutan Bukit Batu sebagai salah satu cagar biosfer dunia yang terdaftar di Unesco, maka pariwisata alam dan budaya Sungai Pakning-Bukit Batu dapat mulai bangkit. Namun, semuanya bisa bangkit tidak terlepas dari partisipasi masyarakat setempat.Tenun Songket Melayu Riau merupakan kain hasil kerajinan tangan orang-orang Melayu yang dilakukan dengan melalui proses menenun benang yang diselingi dengan tenunan benang emas atau benang perak dengan ragam motif/corak tenunan tertentu. Kain tenunan Songket Melayu Riau memiliki keunikan dan kaya akan nilai keindahan dan estetika sebagai gabungan unsur-unsur budaya yang melambangkan corak, pandangan dan pemikiran masyarakat Melayu. Ragam motif/corak kain tenunan Songket sangat erat hubungannya antara manusia dengan alam baik hewan maupun tumbuhan. Ragam ini juga mencerminkan cara dan pandangan hidup umat manusia. Songket itu sendiri berasal dari kata “sungkit” yang berarti “mencungkil” yang terdapat juga proses “mengait”. Kedua proses itu (mencungkil dan mengait) merupakan proses utama dalam menenun sebuah kain. Sebagian orang menyebut bahwa kata “songket” berasal dari kata “Songka” yaitu topi atau “songkok” khas Palembang yang dipercaya sebagai daerah yang pertama kali masyarakatnya memiliki kebiasaan melakukan kerajinan tangan menenun kain yang digunakan pada songkok atau topi yang kemudian berkembang penggunaannya untuk pakaian. “Menyongket” berarti ‘menenun dengan benang emas dan perak’.Awalnya kain tenunan Songket ditenun dengan menggunakan benang sutra yang diselingi tenunan motif tertentu yang menggunakan benang emas atau perak. Hal ini merupakan pengaruh dari pedagang Tiongkok yang membawa benang sutra dan pedagang India yang membawa benang emas dan perak ke tanah Melayu. Mengingat benang sutra sangatlah mahal, maka pada perkembangan selanjutnya, benang sutra diganti dengan benang kapas biasa. Pada saat benang sutra masih dipakai sebagai bahan tenunan songket, hasil tenunan tersebut akan menunjukkan strata masyarakat yang melambangkan kemegahan dan kedudukan seseorang. Banyak ragam motif/corak tenunan kain songket yang dapat digunakan. Mengenai jenis ragam motif tenun songket dapat dibaca di :

Ragam Motif Kain Songket yang umum digunakan :

* Motif Kuntum Bunga

* Motif Siku Keluang

* Motif Siku Awan

* Motif Siku Tunggal

* Motif Pucuk Rebung Kaluk Pakis

* Motif Pucuk Rebung Bertabur Bunga Ceremai

* Motif Pucuk Rebung Bertali

* Motif Daun Tunggal

* Motif Mata Panah

* Motif Tabir Bintang


Pustaka Terkait

"Tradisi"


Bakar Tongkang
Kategori :
Pacu Jalur
Kategori :